Home » #Tetot: Aku, Kamu, dan Media Sosial by Ridwan Kamil
#Tetot: Aku, Kamu, dan Media Sosial Ridwan Kamil

#Tetot: Aku, Kamu, dan Media Sosial

Ridwan Kamil

Published
ISBN :
Paperback
364 pages
Enter the sum

 About the Book 

Media sosial telah begitu menjadikan keseluruhan masyarakat global memiliki kesempatan yang sama (flat). Media sosial telah mampu mewujudkan kolaborasi manusia tanpa batasan waktu dan tempat. Media sosial adalah bahasa komunikasi generasi saat ini.MoreMedia sosial telah begitu menjadikan keseluruhan masyarakat global memiliki kesempatan yang sama (flat). Media sosial telah mampu mewujudkan kolaborasi manusia tanpa batasan waktu dan tempat. Media sosial adalah bahasa komunikasi generasi saat ini.Dengannya, mengubah dunia tidak lagi dilakukan sendirian. Media sosial telah menjadi kendaraan bagi gagasan-gagasan kita untuk bisa menjangkau siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Terlebih, masyarakat kita sekarang adalah masyarakat yang terkoneksi. Mereka tinggal menunggu orang-orang yang memiliki gagasan, inisiatif, dan keberanian untuk mengadakan perubahan. Ketika syarat-syarat itu ada, roda perubahan pun akan segera bergulir tanpa bisa ditahan lagi.Namun begitu, buku ini sama sekali bukan buku teori atau analisis tentang bagaimana media sosial mampu menjadi jawaban atas segala macam permasalahan bangsa kita. Buku ini adalah buku mengenai bagaimana interaksi saya dengan media sosial, bagaimana saya menggunakannya, mengapa saya menggunakannya, bagaimana pengalaman saya menjawab kegelisahan yang saya hadapi melalui media sosial, dan yang terpenting adalah apa manfaat yang dihasilkannya.Karena keseluruhannya bicara mengenai pengalaman saya, maka buku ini, pada setiap bagiannya, secara umum terbagi pada dua periode kehidupan saya: pertama, sejak saya berinteraksi dengan media sosial hingga menjelang menjadi walikota Bandung- kedua, setelah saya mendapatkan amanah menjadi walikota Bandung. Dalam keseluruhan bagiannya, kita semua dapat melihat sebuah pengalaman, bagaimana media sosial menjawab kegelisahan kehidupan saya, baik sebelum mendapatkan amanah menjadi walikota Bandung maupun sesudahnya.Karena terkait posisi saya sebagai warga Bandung dan sekarang menjadi pelayan warga Bandung, maafkan saya sekiranya isi buku ini bicara juga mengenai Bandung. Mudah-mudahan, pengalaman saya di Bandung dalam menjawab masalah-masalah khas kota metropolitan, dapat menjadi inspirasi.